Jumat, 21 Februari 2020

Bianglala Kehidupan Bagindo Tan Labih : Sumando Dan Dubalang Tuanku Imam Bonjol Yang Setia (1799-1888)

Aboe, Sjafnir Aboe (2016) Bianglala Kehidupan Bagindo Tan Labih : Sumando dan Dubalang Tuanku Imam Bonjol yang setia (1799-1888). Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat, Padang. ISBN 978-602-8742-97-9

Download Buku Berjudul Bianglala Kehidupan Bagindo Tan Labih : Sumando Dan Dubalang Tuanku Imam Bonjol Yang Setia (1799-1888)

Buku ini ditulis atau dipublikasikan oleh Aboe, Sjafnir Aboe (2016) Bianglala Kehidupan Bagindo Tan Labih : Sumando dan Dubalang Tuanku Imam Bonjol yang setia (1799-1888). Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat, Padang. ISBN 978-602-8742-97-9 pada tahun 2016
  • Judul Buku: Bianglala Kehidupan Bagindo Tan Labih : Sumando Dan Dubalang Tuanku Imam Bonjol Yang Setia (1799-1888)
  • Jenis file: Buku
  • Dalam Divisi: Direktorat Jenderal Kebudayaan , Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan , BPNB Sumatera Barat
  • Diupload pada tanggal: 26 Feb 2019 03:03
  • Terakhir Update pada tanggal: 26 Feb 2019 03:03

Abstract Buku

Buku berjudul “Bagindo Tan Labieh,Pejuang dan Pemersatu Budaya Minangkabau dan Manado” berhasil kami susun dan disajikan untuk para peminat sejarah di tanah air. Buku ini merekonstrusi satu episode sejarah mengenai peranan seorang pejuang, Bagindo Tan Labieh, dalam melawan kolonialisme Belanda. Sebagai pewaris Raja Ulakan/Kuraitaji, Bagindo Tan Labieh prihatin dengan politik pecah belah Belanda untuk menguasai Rantau Pariaman dan pelabuhan dagang di pantai barat Sumatera. Ia tinggalkan Ulakan dan Kuraitaji, sebagai pewaris raja dan bergabung dengan Tuanku Imam, seorang tokoh Gerakan Padri di Bonjol. Sehubungan dengan itu, dua sumber utama berasal dari dokumen pribumi pelaku Gerakan Padri menceritakan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda, baik di Rantau Pariaman, maupun kawasan Bonjol. Kedua sumber itu adalah Surat Keterangan Fakih Saghir ditulis sendiri pada tahun 1829 (oleh Mak Tjik nama panggilan Fakih Saghir) dan Naskah Tuanku Imam Bonjol, bagian pertama yang ditulis lebih awal dari tahun 1849 oleh Tuanku Imam Bonjol sendiri dan bagian kedua ditulis oleh keturunan beliau Sutan Caniago tahun 1868.Sumber lain, adalah buku J.C Boelhouwer, Kenangkenangandi Sumatra Barat Selama Tahun-tahun 1831-1834, salah satu dari banyak buku yang harus disimak isinya dalam rangka merekonstruksi sedekat mungkin keadaan sosio-politik dan budaya Rantau Pariaman dan sekitarnya awal abad ke-19. Buku ini sangat menarik secara tekstual, dapat dianggap sebagai memoar (dalam pengertian terbatas), di sisi lain sebagai salah satu sumber sejarah tentang Minangkabau. Sebagai rekaman sejumlah catatan kenang-kenangan yang ditulis oleh orang Belanda yang terlibat dalam Perang Padri.

DOWNLOAD

Jika menemukan link download Bianglala Kehidupan Bagindo Tan Labih : Sumando Dan Dubalang Tuanku Imam Bonjol Yang Setia (1799-1888) yang mati/tidak berfungsi, silahkan tulis di kolom komentar, kami akan memperbaikinya. Terimakasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RepoDikbud

Buku-buku Digital tentang Dunia Pendidikan yang dapat Anda download secara GRATIS.




Contact Us

Nama

Email *

Pesan *