Rabu, 25 Maret 2020

Kalpataru Majalah Arkeologi Vol 21 Nomor 1

Handini, Retno and Nurrochsyam, Mikka Wildha and Santiko, Hariani and Saptono, Nanang and Mahmud, M. Irfan (2012) KALPATARU Majalah arkeologi vol 21 nomor 1. KALPATARU Majalah Arkeologi, 21 (1). 01-61. ISSN 0126-3099

Download Article Berjudul Kalpataru Majalah Arkeologi Vol 21 Nomor 1

Article ini ditulis atau dipublikasikan oleh Handini, Retno and Nurrochsyam, Mikka Wildha and Santiko, Hariani and Saptono, Nanang and Mahmud, M. Irfan (2012) KALPATARU Majalah arkeologi vol 21 nomor 1. KALPATARU Majalah Arkeologi, 21 (1). 01-61. ISSN 0126-3099 pada tahun 2012
  • Judul Article: Kalpataru Majalah Arkeologi Vol 21 Nomor 1
  • Jenis file: Article
  • Dalam Divisi: Pendidikan , Kebijakan Umum KemendikbudPendidikan , Kebijakan Umum Kemendikbud , Penelitian dan PengembanganPendidikan , Kebudayaan , Arkeologi
  • Diupload pada tanggal: 05 May 2017 23:36
  • Terakhir Update pada tanggal: http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/1328

Abstract Buku

MEMASYARAKATKAN LIVING MEGALITHIC: PESONA MASA LALU YANG TETAP BERGEMA Retno HandiniSitus clan budaya megalitik berlanjut (living megalithic) yang ada di Indonesia seperti Nias, Toraja, Sumba, Sahu, Ngada, clan Ende memiliki daya tarik eksotis, baik bagi ilmu pengetahuan maupun untuk djnikmati khalayak ramai sebagai sebuah tampilan budaya. Segi-segi ilmiah tetap menuntut penjelasan akademis tentang proses budaya sejak diperkirakan muncul sebelum Tarikh Masehi hingga mampu bertahan sampai saat ini, sementara memasyarakatkan budaya megalitik yang masih hidup merupakan sebuah pesona tersendiri, karena merupakan window to the past, yang jarang terjadi pada tinggalan arkeologis. Melihat clan menikmati budaya megalitik yang masih berlanjut adalah sebuah atraksi wisata budaya yang sangat luar biasa, apalagi ketika menyentuh tata cara pendirian bangunan megalitik dengan teknik-teknik sederhananya, saat teknologi modern tidak digunakan. Situasi seperti ini akan memberi nilai wisata budaya yang tinggi, dengan daya tarik tersendiri, sehingga living megalithic perlu dimasyarakatkanHUMANISME DALAM TRADISI KUBUR BATU MEGALITIK DI SUMBA, NUSA TENGGARA TIMUR1Mikka Wildha Nurrochsyam Tradisi kubur batu di Sumba merupakan salah satu budaya kolosal yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Bagi masyarakat Sumba, kesadaran tentang hidup sesudah mati telah melahirkan tradisi kubur batu yang unik dan spektakuler. Penelitian ini memperlihatkan dua aspek dinamika budaya dalam tradisi kubur batu megalitik, yaitu proses internalisasi dan akulturasi budaya. Selanjutnya, saya akan memperlihatkan adanya aspek humanisme sebagai dasar pen ting dalam dinamika budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu dengan melakukan wawancara mendalam serta dukungan studi pustaka. Obyek penelitian adalah tradisi kubur batu megalitik di Sumba yang dilihat menurut sisi dinamika budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat pendukungnya. Penelitian ini bermanfaat sebagai orientasi untuk melihat adanya dinamika kebudayaan dalam masyarakat, dan melihat orientasi bagi perkembangan budaya yang bermartabat.CANDI PANATARAN: CANDI KERAJAAN MASA MAJAPAHITHariani SantikoCandi Panataran adalah candi kerajaan (State Temple) Kerajaan Majapahit, didir}kan di sebuah tanah yang berpotensi sakral karena di tempat itu terdapat prasasti Palah dari jaman Kadiri, berisi tentang pemujaan Bhatara ri Palah. Berdasarkan angka tahun yang ditemukan di kompleks candi, setidaknya Candi Panataran dipakai sejak pemerintahan Raja Jayanagara hingga Ratu Suhita. Pada jaman Majapahit, Candi Panataran adalah candi untuk memuja Paramasiwa yang disebut dengan berbagai nama, tattwa tertinggi dalam agama Siwasiddhanta. Bahkan ada kemungkinan sebuah Kadewaguruan (tempat pendidikan agama) dibangun di sekitar kompleks candi, tetapi dimana kepastian letaknya, belum jelas. Candi Panataran adalah pusat spiritual kerajaan Majapahit.PENELITIAN PUNCAK-PUNCAK PERADABAN DI PANTAI UTARA JAWA BARAT DAN PROSES PERJALANAN MASYARAKAT HINDU Nanang SaptonoSalah satu program penelitian Balai Arkeologi Bandung pada periode 2009 - 2014 adalah mengenai puncak-puncak peradaban di pantai utara Jawa Barat. Penelitian ini secara diakronis ditekankan pada masyarakat Protosejarah, masyarakat masa Klasik, dan masyarakat masa Islam. Khusus pada permasalahan masyarakat masa Klasik, penelitian didasarkan pada data awal bahwa di Karawang terdapat pusat peradaban yang mula-mula berlatarkan pada agama Hindu kemudian berkembang pula agama Buddha. S

DOWNLOAD

Jika menemukan link download Kalpataru Majalah Arkeologi Vol 21 Nomor 1 yang mati/tidak berfungsi, silahkan tulis di kolom komentar, kami akan memperbaikinya. Terimakasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RepoDikbud

Buku-buku Digital tentang Dunia Pendidikan yang dapat Anda download secara GRATIS.




Contact Us

Nama

Email *

Pesan *